Saturday, May 24, 2008

Pilkada Kota Malang

Sebentar lagi akan diselenggarakan Pemilu di kota Malang yang tercinta ini. Yang aku tahu hanya ada 3 calon walikota yang akan bertarung. Katakanlah mereka adalah Sang Juara Bertahan, Sang Pengusaha dan Sang Pemuda. Aku ngga tau apa kontrak politik yang mereka akan bawa (mungkin juga karena aku ngga ada usaha untuk mencari tau) tapi yang jelas siapapun yang akan terpilih benar-benar bisa membawa Malang ke arah yang lebih baik. Entah itu secara ekonomi, pendidikan maupun lingkungan hidup (environment).

Secara ekonomi, aku pengen Malang menjadi kota pertama di Indonesia yang secara transparan memberikan informasi penggunaan APBD-nya. Aku pengen Malang mempublikasikan berapa jumlah pendapatan kota dan berapa alokasi dana untuk belanja keperluan kota. Angka yang disebutkan adalah pasti dan bukan hanya prosentase! Aku pengen Malang menjadi kota yang mengelola keuangannya secara profesional. Diaudit oleh auditor publik dan hasilnya bisa dipublikasikan. Ini semata-mata karena uang yang digunakan dalam APBD adalah milik masyarakat. Kan kita masyarakat yang bayar pajak. Aku yakin dengan begitu masyarakat bisa menilai dan menagih janji jika realisasi tidak sesuai dengan anggaran.

Secara pendidikan, aku pengen Malang meningkatkan citra diri sebagai kota tujuan utama pendidikan dengan memaksimalkan keberadaan perpustakaan kota, yang by the way, aku salut banget dengan kemajuan yang diraih. Salut Perpus Kota!!! Selain itu, adanya fasilitas pendidikan yang ngga perlu gratis, itu terlalu muluk-muluk untuk saat ini tapi yang penting murah dan berkualitas.

Secara lingkungan hidup, aku ingin Malang kembali menjadi Malang. Dalam artian Malang menjadi kota yang asri dan layak untuk ditinggali untuk tumbuh kembang generasi selanjutnya. Aku pengen pemimpin Malang selanjutnya adalah orang yang sadar dengan betapa bobroknya lingkungan Malang saat ini. Betapa gersang dan panasnya Malang saat ini!

Aku setuju dengan pembangunan ruko, tapi yang tau aturan main dong! Atau jangan-jangan aturan mainnya dibikin waktu lagi “tinggi”? Ruko memang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi kalo kebanyakan ruko seperti saat ini apa ya indah untuk dilihat?
Tanah resapan air juga sudah habis digunakan untuk lahan perumahan ataupun ruko. Seandainya ada peraturan yang mewajibkan tiap rumah untuk membuat sumur resapan air yang ldiameternya hanya belasan senti atau mewajibkan tiap lahan parkir ruko untuk ditanami minimal satu pohon sebagai tempat berteduh, pasti tidak akan segersang sekarang.

Kalo ditambah seperti peraturan untuk PNS Jogja, maka Malang akan lebih oke lagi. Jadi di Jogja, PNS yanng tinggalnya kurang dari ato sama dengan 5km dari tempat kerja tiap hari Jumat wajib mengendarai sepeda onthel. Bike To Work lah… Selain untuk kesehatan PNS itu sendiri, para PNS tersebut juga turut menyumbang dalam usaha menjadikan kota Malang menjadi lebih baik…

Sebenernya kalo aku liat keadaan Malang saat ini, aku cuman bisa ngumpat pada para pembuat peraturan. Opo matane p***k dijojoh duit? Opo kupinge b****g ketutupan duit? Opo cangkeme mingkem dijejeli duit? Opo sikil karo tangane kakean nggegem duit? Opo ora duwe isin? Opo utek’e di-ncepno ndhek dengkul? Kok ngga bisa berbuat sesuatu? Itu adalah umpatan orang yang tidak tau apa-apa tentang birokrasi pembuatan peraturan. Maka, didiklah orang-orang seperti aku ini sehingga kita ngerti dan ngga hanya bisa ngumpat aja.

Caranya gimana? Salah satu solusi yang bisa aku kasih adalah dengan keterbukaan dan komunikasi dua arah yang seimbang. Artinya pejabat sebagai pembuat peraturan menginformasikan segala kegiatannya termasuk didalamnya berapa anggaran yang dikeluarkan, dalam sebuah forum khusus yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat. Contohnya apa? BANYAK! Bikin blog khusus kek, tampilkan di koran kota Malang kek, tampilkan di stasiun TV lokal kek! Banyak!!!!! Dari situ warga kota Malang bisa mengontrol cash flow Walikota dan jajarannya, sehingga warga Malang tidak merasa dibohongi dan dibodohi.

Warga Malang dapat memberikan saran atau kritik dari kegiatan yang dilakukan pejabat pemkot dan jajarannya. Pemkot dapat pula memberikan tanggapan dan meluruskan pendapat masyarakat. Dengan adanya keterbukaan dalam memberikan pendapat tanpa disertai ancaman, warga Malang akan dididik untuk bisa berpolitik secara sehat.

Aku berani bertaruh, siapapun yang akan menjadi pemenang dalam pilkada kota Malang dan menerapkan pendapatku diatas dan menjalankan dengan sukses dan konsisten, pasti akan bisa menang di pemilihan periose selanjutnya tanpa harus ngoyo berkampanye. Ngga perlu pasang foto di setiap spanduk dan ditempel di gerbang sekolah. Ngga perlu pasang giant banner yang isinya foto close-up segede-gedenya. Ngga perlu masang poster kontrak politik di dinding sehingga ngga terlalu sedap dipandang…

Ayo Rek, nyoblos! Sukses untuk Pilkada Malang!!!

Antara Kebutuhan Dan Gengsi...

Kalo saya lihat, beberapa tahun belakangan ini makin marak berdiri xxxMart. Entah itu H****Mart, A***MArt ato I***Mart. Mungkin karena ada banyak orang yang sudah kebayakan uang dan ngga tau mesti diputer dimana duitnya supaya menghasilkan duit yang lebih banyak lagi...

Tapi sebenarnya, keberadaan mereka itu merugikan atau menguntungkan konsumen? Tulisan setelah pertanyaan ini sebenarnya hanya merupakan pendapat pribadi, bukan golongan dan tidak untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu. Jadi gini, setelah beberapa kali melakukan survey, baik itu berdasarkan pengalaman teman atau pengalaman pribadi, keuntungan yang bisa kita dapatkan hanyalah kenyamanan semata. Karena tempatnya adem, bersih dan proses pembayaran berlangsung lebih cepat.

Tapi kerugiannya, saya yakin ini merupakan kerugian yang sangat besar, adalah dari sisi harga yang ditawarkan. Demi sebuah kenyamanan, faktor harga barang menjadi urusan nomor sekian.
Mungkin bagi kalangan orang yang duitnya turah-turah (lebih dari cukup, red.) tidak akan menjadi masalah. Cuman apa ya ngga tau kalo orang Indonesia ini cenderung latah! Udah tau keadaan ekonomi pas-pasan, tapi maksa untuk beli kebutuhan bulanan ke supermarket atao minimarket.

Lagipula kalo selisih barangnya cuman 100 ato 200 perak masih ngga masalah, tapi yang ini berdasarkan pengalaman pribadi ibuku tercinta. Waktu itu beliau membeli sebuah produk makanan olah yang dibeli di H****Mart dengan harga 7000 sekian. Pas kebetulan, ibuku lagi pengen nyoba toko grosir di samping salah satu SMP unggulan di kotaku. Dengan produk yang sama, ibuku beli hanya seharga 5000an sekian. Gila! Selisihnya aduhai banget!!!
Sejak dari itu, ibuku (dan aku) bertekad. Untuk barang kebutuhan yang dijual di toko grosir tersebut, kita beli di toko grosir. Kalo ngga ada, dan hanya bisa dibeli di xxxMart pun juga tidak ditolak. Cuman bedanya, sekarang xxxMart bukan lagi menjadi pilihan utama.

Apa seh yang dicari orang-orang? Memang tas plastik (kresek, red.) warna item kurang eye-catching ya kalo dibandingkan dengan tas plastik putih dengan logo xxxMart di salah satu sisinya. Kenapa begitu bangga dengan logo di tas plastik?? Kalo saya, mending back to basic aja. Pake prinsip ekonomi! Untuk barang yang sama, kalo ada yang lebih murah kenapa pilih yang mahal?? Ato lebih baik lagi, kalo belanja, dimanapun itu, bawa tas sendiri aja.. Cara itu juga sangat membantu ibu pertiwi kita yang sedang sakit panas...

Wednesday, November 14, 2007

The Anxiety

Have you ever felt worried about something so bad? Well, it happen to me in my previous days. I've got this plan, and I want my plan to succeed so badly. It's a matter of life and death plan. I'm not planning to write down the plan I had because I need to keep thing private for myself. Its just that I hate the waiting part!! If only thing could go the way I want it, I wont feel this torture of anxiety. (Kaya'nya hiperbola deh). I'm putting a limit to my plan, if I'm not getting what I want today, it means that I'm not supposed to make my plan come true by a bigger power than mine.
My friends tried to calmed me down but it didn't work. They told me good stuff that I needed to hear, I'm thankful for having such supporting friends. God bless them all!! Wish me luck

Thursday, October 4, 2007

Kapan Prei.....?!?!? (kapan libur ?!?!? , Red.)

Hari ini H-8 Idul Fitri, dah terima gaji plus THR..... tapi masih harus masuk kerja sampe H-2. Kaya' ngga ada semangat kerja gitu deh... Bukannya pengen cepet2 ngerayakan Idul Fitri tapi lebih karena udah ngerasa jenuh aja ma aktifitas sehari-hari di tempat kerja. Ndang pingin prei..(Keburu pengen libur.., red.) Am I the only one who feel this way?

Friday, September 14, 2007

Nganggur tu ngga enak!!!!

Selama satu tahun satu bulan saya bekerja disini, hari-hari saya hampir tidak mengenal kata nganggur.Saya tipe orang yang lebih suka kerja ato melakukan sesuatu dari pada harus duduk diam dan mendengarkan. Nah saya, kalo ngga ngajar *nasib pengajar yang dapet kelas di gelombang 1, 2 dan 3, thnx to P.NA yang cinta ma saya* , ya belajar materi yang akan diajarkan, ya ngurusin nilai di divisi saya.Untuk tahun ajaran baru ini, di gelombang 1 saya sudah dapet kelas dengan kondisi kelas gelombang 3 belum selesai kuliah.
Lha kelasku gelombang 3 sudah selesai hari Rabu,praktis hari Jumat ngga ada ngajar pagi, cuman ada kelas gelombang 1 yang jam 10. Biasanya kalo ngajar jam 10, kelas prakteknya dari jam 11 sampe jam 12, tapi berhubung hari Jumat, kelas praktek diubah dari jam 12 sampe jam 1.Jumat kemaren terasa begitu "spesial" karena kelas pagi ngga ada, aku cuman ngajar yang jam 10, dan ternyata jam 1 pun kelas itu ngga bisa masuk lab karena dipake ujian. You do the math aja, dari jam 7 pagi sampe jam 4 sore, saya hanya menggunakan 1 jam saja untuk bekerja, yang lain? gaji buta abis!!!
Hari ini (sabtu, red.) lebih parah lagi!! Dari jam 8 sampe jam 3 sore aku ngga ada kerjaan APAPUN!!!! Akhirnya ini lah yang aku lakukan, nulis blog.
Yang bikin nganggur semakin terasa tidak enak adalah saya dalam kondisi berpuasa. Godaan untuk ngemil ato ngomongin orang terasa begitu hebatnya *hiperbola*. Semoga begitu hari ini berakhir saya menjadi orang yang lebih bisa mengendalikan napsu ngemil dan nggosip, amiiiiinnnn.....

Laki-laki, kalian makhluk apaan seh??

Mungkin it's just me, tapi kadang aku ngga ngerti dengan jalan pikiran laki-laki. Meskipun aku hidup diantara banyak laki-laki (rekan kerja di divisi saya lekong semua!), tetap saja tidak membantu saya untuk memahami cara pikir mereka. Mereka kadang kaya' perempuan, butuh ngumpul-ngumpul dan nggosipin (kalo istilah mereka ngomongin) tentang lawan jenis. Tapi kadang mereka bisa sangat "laki-laki" dengan cuek dengan penampilan dan lingkungan sekitar.
Saya minta bantuan dari rekan-rekan pembaca blog (yang berjenis kelamin laki-laki ato yang merasa lebih mengenal laki-laki) yang setia untuk memberikan masukan pada saya agar saya setidaknya bisa memahami laki-laki. Saya jadi penasaran, apa mereka makhluk yang complicated? Kalo menurut saya seh nggak, laki-laki tuh "praktis" ngga perlu banyak aksesoris dan perawatan dibelakang layar dah siap jalan, beda ma kaum saya. Saya mencoba untuk se-"praktis" lawan jenis dan ternyata lebih menyenangkan!! Tapi tenang ajah, hal ini tidak membuat saya berubah orientasi seksual..
Help me ya???Tengkyuh veryh mach

Monday, August 20, 2007

Laki-laki, Perempuan dan Pernikahan; sudut pandang seorang Novia...

Beberapa waktu yang lalu, saya baru saja mengakhiri hubungan dengan seorang laki-laki. Mengingat umur saya yang sekarang, ngga lucu rasanya kalo masih aja menganut sistem pacaran untuk senang-senang seperti masa SMA. Tapi entah kenapa, sampe sekarang saya selalu menemukan laki-laki dengan cara pikir dan cara pandang yang masih seperti anak SMA. Seperti yang terakhir ini, padahal dari segi umur selisih umur kami lumayan, dan dengan selisih umur yang ada saya mengharapkan sesuatu yang lebih dari cara pikir seorang laki-laki.
Ternyata kaum yang dinamakan laki-laki tidak jauh berbeda dengan kami kaum perempuan. Yang membedakan hanyalah dari segi fisik mereka punya organ reproduksi eksternal, kami kaum perempuan punya organ reproduksi internal.Hanya itu aja, titik!Sementara dari segi cara pikir, cara pandang, perasaan sampai emosi pun tidak berbeda. Haram hukumnya bagi saya untuk menyebutkan laki-laki lebih rasional dan perempuan lebih berperasaan. Semua itu menurut saya tidaklah benar. Semua cara pikir, cara pandang, perasaan dan emosi dibentuk oleh lingkungan tempat kita dibesarkan dan lingkungan tempat kita berada sekarang.
Masalah bahwa agama menyebutkan laki-laki sebagai pemimpin dan kepala keluarga menurut saya agak kurang pas kalo diterapkan mentah-mentah dalam masyarakat. Apalagi tidak melihat kondisi ekonomi dan bagaimana keadaan fisik dan emosi laki-laki yang "diharuskan" oleh agama menjadi pemimpin itu. Untuk itu, coba deh kita pinggirkan dulu apa kata agama dan melihat realitas yang ada. Ayo deh, kita coba untuk menjadi manusia, baik itu laki-laki atau perempuan, yang lebih fleksibel. Jangan karena kita perempuan, maka kita terima nasib sebagai makhluk yang hanya bisa macak, masak, manak. Atau jangan karena kita laki-laki, kita bersikap semau kita dan memanfaatkan kekuatan fisik yang kita miliki.Coba deh, kita mulai memandang pernikahan sebagai lembaga dimana laki-laki dan perempuan bisa saling bekerjasama, bukan yang satu menjadi diktator untuk yang lain.
Laki-laki dan perempuan adalah sama-sama manusia ciptaan Tuhan yang sudah sempurna dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Tidak ada yang lebih superior dari yang lain. Kalau kita bisa menerima diri kita apa adanya, dengan gampang kita bisa diterima oleh orang di masyarakat.
Meskipun saya bukanlah orang yang bisa diterima di masyarakat 100%(I'm still trying to fit in kok), ntar kalo dah selesai baca blog ini, semoga kita bisa menjadi laki-laki atau perempuan yang lebih baik. Yang bisa menerima kenyataan bahwa laki-laki atau perempuan hanya berbeda di letak organ reproduksi saja, sementara sisanya adalah sama. Hanya kadarnya berbeda tergantung dari lingkungan dibesarkan dan lingkungan tempat berada sekarang.