Saturday, March 12, 2011

5 hari kerja

Mulai 1 maret kemarin, perusahaan tempat saya bekerja menerapkan sistem kerja baru. Kami yang sebelumya menerapkan 5.5 hari kerja, sekarang berubah menjadi 5 hari kerja saja.

Dulu jam kerja saya adalah 8 - 16.15 untuk hari Senin hingga Jumat, 8 - 12.15 untuk hari Sabtu dan libur di hari Minggu, sekarang menjadi 8 - 17 dan libur di hari Sabtu dan Minggu. Sisi buruknya adalah nyampe Malang pastinya jadi lebih malem. Saya baru nyampe rumah disaat lampu teras rumah tetangga  sudah pada nyala. Rumah saya yang selama ini keliatan ngga berpenghuni (with or without me inside it) karena memang kebanyakan kosong seharian, jadi makin keliatan ngga berpenghuni.

Friday, March 4, 2011

Hmm.. Aora TV atau Emergency Fund??

Pada awal saya pindah rumah, saya berkeinginan untuk tidak memiliki TV. Alasan yang pertama dan utama adalah saya tidak ingin nonton sinetron atau berita lebay di stasiun televisi lokal, sehingga jika saya punya TV, harus ada pasang TV Kabel juga. Sementara di awal kepindahan, saya harus mengencangkan ikat pinggang untuk mengumpulkan Emergency Fund atau lazim disebut Dana Darurat.

Emergency Fund sudah saya rencanakan sesuai arahan Suze Orman, seorang perencana keuangan internasional, dimana disarankan untuk kondisi ekonomi saat ini agar memiliki Emergency Fund sebanyak 6x pengeluaran setiap bulan. Dan Emergency Fund ini haruslah diluar tabungan. Jika seseorang hanya punya tabungan saja, dan jumlahnya lebih kecil dari 6x pengeluarannya, maka sama saja orang tersebut tidak punya tabungan. Eureka! Lebih lanjut dia berpendapat, di jaman yang serba susah ini, orang akan makin sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Untuk itu, waktu 6 bulan mencari pekerjaan lain dirasa cukup. Selama ini saya hanya punya tabungan, dan karena event pindahan ini, tabungan saya mencapai titik terendah. I have to start over from the scratch!

Sunday, February 27, 2011

Aku eneg liat sixpack-mu!!!

Sejak adanya channel Arirang TV dan KBS, saya lebih ter-ekspos pada KPop. At first, saya pikir ‘oh, bajunya lucu2 ya? Personel girlband-nya cantik2, boyband-nya juga ganteng2.’ Tapi makin lama, makin saya tau bahwa KPop (khususnya vocal goup) itu fabricated. 

Mereka bukan sekumpulan cowok/cewek yang sudah lama membentuk vocal group yang karena mengirimkan demo ke recording company kemudian dikontrak untuk mengeluarkan album. Ternyata adalah individu2 yang merasa dirinya berbakat dalam singing, dancing and acting, yang kemudian melakukan audisi untuk masuk ke recording company.

Sunday, February 20, 2011

Being grateful...

I just had lunch with my family the other day. It’s getting clearer that I am different from my siblings. Their financial taste of things is different from mine. As I listen to their conversation, it made me twitched my eyebrows. To make things short, they’re the Blackberry generation, while I’m the use-any-affordable-phone type. They belong to the i-ride-my-car-everywhere kind of group, while I’m happy enough with riding my motorbike. You know.. I think you get the picture..

My siblings called me stringy just because I didn’t buy them things from my salary. Or maybe they’re talking behind my back about me not giving some money to my parents. Well actually, my reasons are quite reasonable. I mean, why would I spoil them with things that they wanted instead of needed? There’s a thin line between wanted and needed something. I prefer to give some to the need. As for my parents, they still could afford to buy things on their own. Their earnings are bigger than mine. So what’s the need of giving some money? I mean, there are other ways to show our gratitude as a child, sincerely like be there for them even when they don’t need us to. For me, it’s more meaningful than just a few cash or cakes.

Sunday, February 6, 2011

What’s wrong with being different?

I just had an interesting short conversation with my mom. It started with a discussion about my younger sister, who seemed to spend a lot of her time out with her boyfriend. I said it’s okay, since she’s planning to marry him, so she needs to socialize with his world a little more. Then it came the magic question from her : “When will you?”.  She even offered to find a guy for me..*crap!*

Sunday, January 30, 2011

Donor darah : 101

Hari ini saya berkesempatan untuk melakukan donor darah, sebuah aktivitas rutin yang saya lakukan sejak tahun lalu. Sampai hari ini, saya baru 6x melakukan donor. Ngga semua orang mau melakukan donor dengan alasan yang beragam. Kalo bapak-bapak rekan kerja saya di IT ngga mau donor karena takut jarum, hihihi…

Saya selalu ingin melakukan donor, dan waktu itu pas kebetulan ada acara donor darah di tempat saya bekerja, saya enlist untuk menjadi donor. Sayangnya waktu itu berat badan saya masih kurang dari syarat minimal. Jadi saya batal donor.  Sejak saat itu saya bertekad, untuk periode donor darah berikutnya, saya harus bisa donor. Dan berhasil! Saya berhasil menaikkan berat badan sehingga memungkinkan saya untuk donor.

Syarat untuk melakukan donor sudah banyak dipublikasikan di media, tapi apa salahnya kalo saya tulis lagi disini. OK, here it is :

Thursday, January 27, 2011

Mengelola keuangan yang terbatas

Harus diakui, banyak tantangan baru yang harus saya hadapi terkait keputusan saya untuk pindah dari rumah orang tua. Salah satunya adalah masalah finansial. Let's face it, banyak kemudahan yang saya dapatkan ketika masih satu atap dengan mereka. Sekarang, semuanya harus ditanggung sendiri. Jika penghasilan saya besar, mungkin hal itu akan mudah dilakukan, tapi pada kenyataannya tidak. Penghasilan saya terbatas. Itulah tantangan yang harus saya taklukan.

Instead of whining about my salary, I'd prefer to live with it and moved on. Kalau merasa gaji yang didapat dari tempat kerja kurang mencukupi ya sudah, tinggal pilih jangan kerja di sana, pasrah atau cari tambahan di luar. Untuk mengatasi keadaan keuangan yang terbatas tersebut, saya kembali menggunakan sistem amplop.